Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Teras Leuwiliang

Bersama Membangun Kabupaten Bogor

Berbasis Kearifan Lokal

#PolitikTanpaMahar

ATM di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor

Ilustrasi Geray ATM - Foto Istw
ATM BNI  Leuwiliang
Jalan Raya Leuwiliang, Jasinga, Leuwiliang · (021) 57899999
Buka 24 jam

ATM BRI  Leuwiliang
Jl. Raya Leuwiliang No.22 · 1 500 017
Buka ⋅ Tutup pukul 07.00 hari Kam

ATM CIMB NIAGA (SPBU 16603 Leuwiliang)
Jl. Moh. Non Nur · (021) 14041

KOMUNITAS TANAH IMPIAN: "PROMOSI GRATIS BAGI UMKM KABUPATEN BOGOR"

Sekretariat Tanah Impian Kabupaten Bogor
Bogor (TerasLeuwiliang)-Komunitas Tanah Impian, adalah komunitas yang berkomitmen memajukan potensi daerah berbasis kearifan lokal. Komunitas ini didirikan pada tahun 2010. Saat ini, Komunitas Tanah Impian terdapat di seluruh wilayah Nusantara.

Salah satu program kerja Tanah Impian Kabupaten Bogor, adalah pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UMKM), melalui "Promosi Gratis" di media online:

Promosi Gratis diperuntukan bagi UMKM meliputi bidang usaha: home industry, rumah makan, bengkel, jual-beli mobil, showroom kendaraan, dan lain-lain.

Bagi yang berminat, dapat menghubungi kami.

Sekretariat Tanah Impian Kabupaten Bogor
Alamat : Komplek Pertanian Atsiri Permai, Jalan Kecubung Raya Nomor 3 Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor
Telp/WA 085322928018

Jokowi Selalu Berfikir Positif

Jokowi Santai tapi Kerja Nyata
Judul Asli :*BUKTI APA LAGI YANG HARUS KAMI TUNJUKAN ?*
  1. Bayar ganti rugi korban LAPINDO.
  2. IKAN Melimpah karena Kapal-kapal  Pencuri ikan ditenggelamkan oleh bu SUSI PUDJIASTUTI.
  3. SINGAPURA Semakin "Segan" Kepada INDONESIA karena kebijakan TAX AMNESTI.
  4. Pulau NATUNA sudah direbut oleh JOKOWI dari tangan CHINA.
  5. Saham FREEPORT 51% untuk INDONESIA.
  6. Mafia PETRAL yang merugikan negara bubar di tangani JOKOWI.
  7.  Bencana KABUT ASAP sudah berhasil diminimalisir nyaris tidak ada lagi.
  8. INDONESIA jadi anggota OTDC karena PDB diatas 1T.
  9. BBM satu harga seluruh INDONESIA di realisasikan.
  10. SERTIFIKAT TANAH untuk rakyat miskin.
  11. Dana desa, KIP, KIS untuk rakyat.
  12. Listrik sudah menyala di desa terpencil
  13. Jalan TRANS PAPUA di selesaikan.
  14. Jalan TRANS SUMATRA dan jalan yang mnghubungkan antar provinsi sedang dalam proses penyelesaian.
  15. Listrik tenaga angin di SIDRAP.
  16. IRIGASI, BENDUNGAN, EMBUN dibangun untuk mengairi sawah pertanian agar bisa panen 3x setahun. ( menuju swasembada pangan)
  17. Pembangunan 10 JEMBATAN GANTUNG di BANTEN sudah selesai.
  18. Pembangunan 32 JEMBATAN GANTUNG sedang dalam penyelesaian.
  19. Bandara KERTAJATI selesai ditangan JOKOWI sehingga menggerakan ekonomi rakyat.
  20. Pelabuhan TANJUNG PRIOK sekarang bisa untuk transit kapal besar sehingga tidak perlu transit di Singapura.
  21. Pemerintahan pak JOKOWI sudah bisa Mencicil utang rezim SBY 1600 T.
  22. Hari SANTRI nasional di berlakukan
  23. Proyek proyek mangkrak dibereskan
  24. HTI pencinta KHILAFA di bubarkan
  25. GOOGLE bayar pajak di wajibkan
  26. Bandar NARKOBA nyawanya dihilangkan
  27. Pengemplang pajak dipaksa ikut aturan
  28. TEAM CYBER pungli di berdayakan
  29. OTT gencar dimana mana
  30. BLOK ROKAN dan BLOK MAHAKAM direbut kembali
  31. OPM kembali kepangkuan ibu pertiwi
  32. Pabrik gula terbesar di lampung
  33. 15 bandara baru disiapkan
  34. Jalan tol 5000 km diselesaikan 3,5th berjalan
  35. PLBN mega di setiap perbatasan
  36. Dunia mengakui kemajuan REPUBLIK INDONESIA
  37. Atlit Berprestasi Diperhatikan dengan Memberikan Bonus sebelum "Keringat Kering".
  38. Bagi Pasien Cuci Darah, Operasi Jantung yang masuk Program BPJS gratis.
  39. Anggaran Dana Desa.  program dana desa telah berhasil membangun jalan desa di seluruh pelosok Indonesia sampai 121.709 kilometer. Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia.
Dan Masih banyak lagi prestasi presiden Jokowi.

Sumber: Warta WA Terkini<br />
Foto: Istimewa

SAPTO SATRIO MULYO - 8 - MAKNA BUDI PEKERTI

  1. Budi Pekerti adalah sebuah sistem didalam pikiran orang waras, yang dapat memberikan keseimbangan, dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, karena budi pekerti berperan sebagai identitas dan budaya bangsa.
  2. Budi pekerti adalah tingkah laku, perangai, akhlak, dan watak. 
  3. Budi pekerti secara epistimologi, Budi berarti kesadaran, pengertian, pikiran, dan kecerdasan, sementara Pekerti bermakna penampilan, perilaku, yang dapat diartikan sebagai sebuah kesadaran seseorang dalam bertindak dan berperilaku.
  4. Budi pekerti merupakan sebuah sikap positif, juga didalamnya termasuk tindakan sopan santun, yang yang diperoleh dari kebiasaaan yang dilakukan sejak kecil.
  5. Budi pekerti adalah sebuah sikap yang akan terbentuk dalam benak setiap orang waras dengan sendirinya, melalui empatinya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat diartikan sebagai moral, etika, akhlak mulia, tata krama, dan sopan santun.
  6. Budi Pekerti merupakan ukuran moral yang baik atau buruk, hal ini tergantung pada nurani yang dimiliki oleh seseorang. Apakah dia waras atau tidak,,, 
  7. Budi Pekerti sepertinya sangat mirip dengan moral, tetapi berbeda dengan etika, karena pengertian etika adalah sebuah kebiasaan yang diterima oleh kelompok, organisasi, atau masyarakat tertentu. 
  8. Budi pekerti adalah sebuah nilai luhur yang diturunkan secara turun temurun, dari Leluhur Nenek Moyang Bangsa Indonesia.


Seseorang yang memiliki budi pekerti, akan memiliki moral yang baik, dan akan membentuk etika orang tersebut menjadi baik. Foto - Istimewa

Wisata Alam di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor

Kecamatan Leuwiliang memiliki tempat wisata, dengan nama  Cipas atau Bakukung, hal ini dikarenakan lokasi ini berada di Cianten Purasari, disini terdapat rumah kayu yang menghadap ke perbukitan.

Tepatnya lokasi wisata ini berada dilahan milik PTPN, yang memang masih terbilang baru, sehingga belum banyak diketahui oleh banyak orang.

Pemandangnnya  indah kalau tidak ada kabut, dan beberapa spot untuk swafoto, yang dibentuk oleh masyarakat setempat

Seperti juga Kampung Wisata Pabangbon, dimana setiap tempat foto ada tarifnya yang bertujuan biaya perawatan. 

Memang jalan menuju ke lokasi masih kurang lebar untuk masuk kendaraan besar, seperti bis pariwisata. Foto - Istimewa

POLITISI NEGARAWAN VS POLITISI POLITIKUS

Leuwiliang, (WartaLeuwiliang) - Mungkin Sobat akan bertanya? Apakah ada perbedaan, antara Politisi Politikus dengan Politisi Negarawan? Keduanya khan sama-sama Politisi.

Sepintas memang tidak ada bedanya, sama-sama ingin merebut kekuasaan...

Berjuang membangun Bangsa Indonesia, tidak harus melalui karir menjadi “Politisi Politikus”, yang jalannya, hanya melalui lembaga-lembaga politik yang sudah dikuasi oleh politisi-politisi yang mapan dan tetap berjuang demi kekuasaannya semata.

Seorang pencari kekuasaan (Politisi), seyogyanya mempunyai cita-cita, bahwa kekuasaan yang dicapainya kelak, menjadi alat untuk membangun Bangsa-nya sendiri, bukan bangsanya orang lain – seperti sekarang ini – Freeport contohnya.

Sementara Politisi Politikus yang ada saat ini, mereka hanya ingin mempertahankan eksistensinya dalam kelihaiannya mamanajemeni kondisi yang chaos. Ibarat orang sedang bermain selancar, jika gagal sampai di tepi, ia pun kembali terombang-ambing dalam kekacauan itu sendiri.

Kita tahu sekarang ini, Politisi Politikus hanya untuk gaya-gayaan, tidak mengena pada eksistensi peran yang seyogyanya diterapkan untuk Bangsa ini.

Oleh karenanya saya membedakan secara dikotomi, antara “Politisi Politikus” (Tikus yang jadi Politisi) dengan “Politisi Negarawan”

Kondisi sekarang ini memang ibarat tembok besar yang ada didepan kita, hal ini mengingat Negara-negara Barat dan Negara-negara Timur Tengah yang sudah lebih solid, bekerja sama dengan penghianat-penghianat Bangsa ini, untuk mengombang-ambingkan ombak yang sedang dipakai selancar oleh Politisi Politikus WNI itu sendiri.

Politisi Politikus yang bermain selancar pun, dengan serta merta riang gembira, ketika jatuh dari “papan selancar-nya”, karena mereka tahu bahwa yang membuat ombak tersebut adalah teman-temannya sendiri. Begitulah seorang Politisi Politikus melihat dua kekuatan tersebut di atas, sebagai kawan.

Mengapa sebagai kawan, karena seorang penghianat melihat bangsanya sendiri adalah musuh utamanya.

Kiranya sudah cukup diskripsi tentang Politisi Politikus tersebut. Sekarang apa konkritnya???

Tembok besar tidak dapat dilawan dengan kekuatan senjata jadul. Kini saatnya kita menggunakan kekuatan akar rumput. Kita punya budaya “Kearifan Lokal”, semua nilai-nilai lokal, tidak terlepas dari pola hidup, pola makan dan makanan yang dimakan, hingga hiburan yang akan kita nikmati.

Kekayaan kita yang berupa fisik, sudah lama dirampok. Sementara, kekayaan kita yang berupa non-fisik, seperti kebudayaan, sudah lama pula dilunturkan oleh kedua kekuatan tersebut di atas.

Jadilah Politisi Negarawan, berjuang tidak harus dari partai, atau jalur politik lainnya. Berikan pembelajaran bagi sekeliling kita, bahwa kita harus mempertahankan segala kekayaan Bangsa ini.

Bagaimana caranya?

Kita bisa belajar sendiri mengenai "Kearifan Lokal" Bangsa kita, bukan nilai-nilai Barat atau Timur Tengah yang dibungkus, seolah-seolah menjadi kebiasaan kita di masa sekarang ini.

Sapto Satrio Mulyo | Foto : Istimewa

KECAMATAN LEUWILIANG : #POLITIKTANPAMAHAR

Leuwiliang  (Cibinong) -  Sebuah yargon dapat mencerminkan visi misi dan prilaku dari seseorang atau organisasi yang menggunakannya sebagai simbol karakteristik mereka.

Berangkat dari yargon dan menerapkannya, maka akan menjadi atau mencerminkan pola hidup mereka, dalam melihat atau menempatkan diri dalam berinteraksi sosial.

PARTAI NasDem adalah satu-satunya partai yang mengusung dan konsisten terhadap yargon yang diusungnya, yakni #PolitikTanpaMahar. Dengan yargon tersebut, partai yang satu ini, tentunya memiliki visi misi untuk meningkatkan kualitas SDM atau masyarakat politik secara umum di Indonesia, dan secara khusus pada kader Partai tersebut.

Banyak yang sudah bertestimoni (salah satunya bapak Ridwan Kamil), bahwa mereka menjadi politisi yang didukung oleh PARTAI NasDem, dan benar-benar tidak mengeluarkan satu rupiah pun. Hal ini menjadi catatan bagi para politisi yang beraliran POLITISI NEGARAWAN, ketimbang politisi yang beraliran POLITISI POLITIKUS.

Dengan jalannya waktu, semoga lebih banyak lagi Politisi Negarawan lahir di Indonesia, ketimbang yang saat ini, masih banyak beredar Politisi Politikus di Indonesia. 

Salam Restorasi
Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Leuwiliang yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram)